Hetalia: Axis Powers - Norway

Sabtu, 07 Januari 2017

Model Tiruan Darah


Model Tiruan Darah

  1. Darah
           Darah merupakan jaringan yang tersusun atas plasma, sel darah merah, sel darah putih, dan                  keping-keping darah. Kurang lebih 55% bagian dari darah adalah plasma.

      a. Sel darah merah (eritrosit )

  • Eritrosit berbentuk bulat pipih dengan bagian tengahnya cekung (bikonkaf). Sel darah merah tidak memiliki inti sel. 
  • Eritrosit berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel-sel di seluruh tubuh. Oleh karena itu, jenis sel darah ini yang paling banyak terdapat dalam darah. 
  • Warna merah pada darah disebabkan adanya hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah. Hemoglobin atau zat warna darah merupakan suatu protein yang mengandung unsur besi. Fungsi hemoglobin mengikat oksigen dan membentuk oksihemoglobin.
  • Oksigen diangkut dari paru-paru dan diedarkan ke seluruh sel tubuh. Hemoglobin yang mengikat oksigen (oksihemoglobin) berwarna merah cerah, sedangkan hemoglobin yang masih mengikat karbondioksida berwarna merah tua keunguan.
  • Melalui peredaran darah, oksihemoglobin akan beredar ke seluruh sel-sel tubuh. Setelah sampai di sel-sel tubuh, akan terjadi reaksi pelepasan oksigen dari hemoglobin ke sel yang kekurangan oksigen. Oksigen masuk ke dalam sel melalui proses difusi.
  • reaksi kimia
      b. Sel darah putih (leukosit )
  • Sel darah putih memiliki bentuk yang tidak tetap atau bersifat amuboid dan mempunyai inti sel. Jumlah sel darah putih juga tidak sebanyak jumlah sel darah merah.  
  • Fungsi utama sel darah putih adalah melawan penyakit yang masuk ke dalam tubuh dan membentuk antibodi. Peningkatan jumlah leukosit merupakan petunjuk adanya infeksi. 
  • Jika jumlah leukosit sampai di bawah 6.000 sel per cc darah, maka disebut sebagai kondisi leukopeni. Jika jumlah leukosit melebihi normal (di atas 9.000 sel per cc), maka disebut leukositosis. 
  • Berdasarkan ada atau tidaknya butir-butir kasar (granula) dalam sitoplasma, leukosit dapat dibedakan menjadi granulosit dan agranulosit. Granulosit merupakan kelompok sel darah putih yang mempunyai granula dalam sitoplasmanya. Sebaliknya, agranulosit tidak mempunyai granula. Leukosit jenis granulosit terdiri atas eosinofil, basofil, dan netrofil.

      c. Keping darah ( trombosit )
  • Bentuk trombosit beraneka ragam, yaitu bulat, oval, dan memanjang. Trombosit tidak berinti sel dan bergranula. Jumlah sel keping darah atau trombosit pada orang dewasa sekitar 200.000 – 500.000 sel per cc. Umur dari keping darah sangat singkat, yaitu 5 sampai dengan 9 hari. 
  • Keping darah sangat berhubungan dengan proses mengeringnya luka, sehingga tidak heran jika ada yang menyebut keping darah dengan sel darah pembeku. 
  • Sesaat setelah terluka, trombosit akan pecah karena bersentuhan dengan permukaan kasar dari pembuluh darah yang terluka. 
  • Di dalam trombosit terdapat enzim trombokinase atau tromboplastin. Enzim tromboplastin akan mengubah protein yang disebut protrombin (calon trombin) menjadi trombin karena pengaruh ion kalsium dan vitamin K dalam darah. Trombin akan mengubah fibrinogen (protein darah) menjadi benang-benang fibrin. Benangbenang fibrin ini akan membentuk jaring-jaring di sekitar sel-sel darah, sehingga luka tertutup dan darah tidak menetes lagi.

      d. Plasma darah
  • Plasma darah merupakan cairan darah yang sebagian besar terdiri atas air (92%). Selain itu, dalam plasma darah juga terdapat protein plasma yang terdiri atas albumin, fibrinogen, dan globulin. Zat-zat lain yang terlarut dalam plasma darah antara lain sari makanan, mineral, hormon, antibodi, dan zat sisa metabolisme (urea dan karbondioksida).
   2.  Praktikum Model Tiruan Darah


  • Tujuan : Untuk menegtahui cara membuat model tiruan darah
  • Alat dan Bahan :

1.Tabung Reaksi    4.Minyak Goreng
2.Pipet Tetes          5.Air
3.Gelas Ukur          6.Pewarna Makanan (Warna Merah)

  • Cara Kerja :

1.Menuangkan 5 mL minyak goreng ke dalam tabung reaksi dengan menggunakan gelas ukur untuk mengukur volume minyak goreng.
2.Menuangkan  5 mL air ke dalam tabung reaksi dengan menggunakan gelas ukur untuk mengukur volume air.
3.Menambahkan  beberapa tetes zat warna kue pada campuran air dan minyak goreng.
4.Menutup ujung tabung reaksi dengan cara menyumbat bagian mulut tabung reaksi dengan menggunakan ibu jari sambil di kocok.
5.Mendiamkan tabung reaksi beberapa saat hingga campuran terpisah


  • Hasil Pengamatan :
Minyak goreng berada paling diatas dan air yang sudah dicampur dengan pewarna berada di bawah minyak goreng.


  • Kesimpulan :
Minyak Goreng (Diatas) sebagai plasma darah ,sedangkan air  yang sudah dicampur dengan pewarna (Dibawah) adalah sel darah yang terdiri dari sel darah merah (eritrosit),sel darah putih (leukosit),dan keping darah (trombosit). 


Vidio Pembelajaran Membuat Darah Tiruan





Sumber : http://modeltiruandarah-ipa.blogspot.co.id/
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar